Life Long Education, Why Not?

Life Long Education, Why Not?

Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tak dapat dielakkan oleh Manusia. Seiring Zaman yang terus berkembang, maka Teknogi dan Pengetahuan akan terus mengirinya. Zaman yang semakin modern menunjukkan alangkah dasyatnya Pengetahuan dan Teknologi yang semakin modern pula. Hal ini dapat terlihat dengan bermunculnya model-model alat Teknologi Industri, Kesehatan, maupun alat-alat Teknologi Komunikasi yang modern dan tergolong canggih. Alat-alat Teknologi tersebut, telah menyelimuti kehidupan kita. Apalagi alat-alat Teknologi Komunikasi yang bergitu membludak di tengah-tengah kehidupan sehari-hari. Golongan tua, muda maupun anak-anak tak terelakkan dari alat komunikasi saat ini.
Mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi bukan hal sulit, jika kita tak berusaha. Its now, study just not for students, but study for all people. Mengapa bisa? Jelas bisa, Badan Pendidikan Internasional di bawah naungan PBB, UNESCO telah memunculkan dan menggembor-gemborkan konsep Life long Education atau yang dikenal dengan sebutan pendidikan sepanjang hayat. Konsep ini memiliki arti bahwa pendidikan tidak terhenti pada diri seseorang ketika dewasa, namun akan terus berlanjut sepanjag hidupnya. Melalui konsep Lifelong Education, maka di Era saat ini sudah bukan hal yang tabu lagi jika kita ingin terus belajar. Hal ini sebetulnya telah nampak pada diri manusia. Kalau seseorang harus terus mengikuti dan mempelajari perkembangan Teknologi maupun Ilmu Pengetahuan, dengan jalan terus belajar. Terus belajar, mana bisa?
Tentu saja bisa, Zaman tak lagi seperti dulu, namun akan terus berubah dan terus berkembang menuju Masa yang semakin modern dan maju. Lifelong Education, sebuah jembatan yang akan mengantarkan kita untuk membentengi diri kita melawan masa yang makin maju. Lifelong Education, telah menyiapkan wadah-wadah untuk kita, supaya dapat terus belajar. Wadah-wadah yang dimunculkan telah tersedia dalam ke hidupan sehari-hari, baik untuk usia anak-anak, remaja, sampai orang tua. Wadah itu, terdiri dari wadah untuk Pendidikan Persekolahan, Pendidikan Luar Sekolah, dan Sumber-Sumber Informasi.
Wadah Pendidikan Persekolahan merupakan wadah yang formal, yang diperuntukkan untuk anak-anak usia sekolah. Wadah ini meliputi Pendidikan Sekolah Dasar, Menengah Pertama, hingga Pendidikan Perguruan Tinggi. Wadah Pendidikan Luar Sekolah, merupakan wadah yang diperuntukkan bagi orang-orang yang putus sekolah, para orang tua, maupun para pekerja. Wadah Pendidikan Luar Sekolah, sebuah wadah yang tidak terikat oleh waktu dan tempat untuk melaksanakan kegiatan belajar. Sudah jelas kan, bahwa tak dapat dipungkiri lagi kalau manusia harus terus belajar dan belajar sepajang hayatnya. Belajar yang berarti bukan hanya berlaku di bangku sekolah melainkan belajar yang diterapkan di mana saja dan kapan saja. Masa akan terus berkembang dan semakin maju. Alat-alat tekonologi dan ilmu pengetahuan juga akan mengiringinya, dan akan terus mengalami perkembangan. Jika kita tak mau berbenah dengan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi melalui belajar, maka tentulah akan menjadi tertinggal. Agama telah mengisyratkan “Tuntutlah ilmu dari buaian ibu sampai liang lahat”. So, Lifelong Education, Why Not?

(sumber animasi gambar : http://bit.ly/2S5qumG)

Oleh : Tri Waluyo mahasiswa PGMI (Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru MI UAA)

Silahkan berkirim pesan kepada kami

Saluran ini khusus untuk informasi PMB, Untuk informasi selain PMB silahkan menghubungi Customer Service kami di nomer telepon.
0274-434-22-88
atau silahkan mengakses laman
https://almaata.ac.id/customer-service/
Terimakasih.
Powered by