MERAJUT MASA DEPAN KULIAH DI PERBANKAN

MERAJUT MASA DEPAN KULIAH DI PERBANKAN

Saat ini bangsa Indonesia sedang giat melakukan pembangunan, seluruh infrastrutur dipersiapkan untuk mendukung laju pertumbuhan. Tengoklah geliat pembangunan itu ada di seluruh pelosok negeri ini, dari Sabang sampai Merauke, terlihat terus dibenahi.  Semua sektor menjadi  perhatian utama pemerintah, dan salah satu nya adalah sektor kuangan.

Pemerintah sangat serius memperkuat industri jasa keuangan, melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Sentral, pemerintah berupaya untuk menata industri keuangan yaitu sektor perbankan. Dengan regulasi yang terus diperbaharui. Pemerintah ingin menjadikan perbankan Indonesia, menjadi kuat, sehingga mampu menjadi penopang tingginya laju pembangunan di sektor yang lain. Beberapa permasalahan penting bagi sektor perbankan adalah (i) menempatkan struktur pengawasan dan kebijakan yang tepat (ii) menerapkan jaring pengaman sistem keuangan; (iii) memperkuat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan memberikan sumber daya manusia dan keuangan yang dibutuhkan; dan (iv) memperkuat kerangka tindakan perbaikan sesuai dengan peraturan bagi lembaga keuangan yang lemah. (worlbank.org). Permasalahan tersebut hanya dapat terselesaikan melalui regulasi dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Saat ini pemerintah melalui OJK telah mengeluarkan 35 kebijakan, 12 regulasi berasal dari sektor perbankan, 15 kebijakan di sektor pasar modal dan 4 kebijakan di sektor IKNB.(Finansial Bisnis.com). Dengan kebijakan tersebut diharapkan pemerintah dapat memperkuat sektor keuangan khususnya industri perbankan.

Selain regulasi dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, Indonesia juga memiliki potensi pasar untuk pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah. Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim yang cukup besar yaitu 88.1%. Disamping itu Indonesia juga merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan menjadi rumah bagi 12,7 % penduduk muslim di dunia. (Master Plan Sektor Jasa Keuangan OJK, 2015-2019). Dengan kenyataan tersebut, Indonesia akan menjadi lahan subur pertumbuhan sektor keuangan syariah, salah satunya adalah Perbankan Syariah. OJK melalui master plan strategi, telah menyusun strategi pengembangan perbankan syariah, satu diantaranya adalah memperkuat kualitas SDM perbankan syariah, yaitu dengan menyediakan calon tenaga perbankan syariah yang kompeten di bidangnya. Tidak sedikit kebutuhan tenaga perbankan syariah di Indonesia, karena pembangunan perbankan syariah akan terus dilakukan untuk mewujudkan tata kelola ekonomi yang kuat dan mandiri.

Dengan realitas tersebut, maka salah satu pilihan terbaik bagi masa depan adalah  membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan di bidang perbankan syariah. Bekal ini akan sangat diperlukan, karena bangsa Indonesia sangat membutuhkan SDM yamg kompeten dan menguasai pengelolaan perbankan syariah.

Dengan menempuh pendidikan strata 1 atau sarjana di bidang perbankan syariah di prodi Perbankan Syariah Universitas Alma Ata, anda akan dibekali dengan ilmu dasar Ekonomi Islam, Ilmu dasar Perbankan Syariah, Ketrampilan utama pengelolaan bank syariah, Praktik Bank Syariah, serta dua ilmu utama untuk memenangkan persaingan yaitu penguasaan ilmu agama Islam dan penguasaan ilmu bahasa asing. Semua ini telah kami persiapkan agar para lulusan menjadi tenaga trampil dan kompeten untuk bekerja di sektor industri perbankan. Bergabunglah bersama kami Prodi Perbankan Syariah Universitas Alma Ata, Dan andalah yang menjadi pemenang.