Prodi PAI Menyemangati Mahasiswa Berkarya Ilmiah Melalui Seminar dan Diseminasi Hasil Penelitian

Prodi PAI Menyemangati Mahasiswa Berkarya Ilmiah Melalui Seminar dan Diseminasi Hasil Penelitian

Senin 23/05/2016 bertempat di ruang teater lantai 3 Universitas Alma Ata, Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Alma Ata (PAI UAA) gelar seminar dan diseminasi hasil penelitian dosen Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian yang dilakukan oleh para dosen PAI tersebut merupakan penelitian yang didanai oleh DIKTIS Kemenag RI tahun 2015 setelah menjalani kompetisi yang ketat diantara para peneliti dari perguruan tinggi lain. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini selain untuk berbagi hasil karya ilmiah dan menyemangati mahasiswa untuk membuat karya ilmiah, juga mendorong dosen melalui research agar mampu berkompetisi di era global, sehingga bisa mengangkat kampus setara dengan perguruan tinggi ternama lain baik pada level nasional ataupun internasional.

Seminar ini dihadiri Fiska Ilyasir, MSI., selaku Wakil Rektor Universitas Alma Ata, Dr. Imam Machali, M.Pd, selaku pembicara utama sekaligus reviewer, dosen PAI selaku peneliti, dan ratusan mahasiswa/i PAI. Presentasi dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama diisi oleh tim peneliti Ahmad Salim, M.Pd., Dr Nasiruddin, MSI, dan Hairiyah, MSI dengan judul penelitian “Konsep Interkoneksi Pendidikan Agama Islam dan Sains di SMA Islam al Azhar 09 Yogyakarta”. Simpulan penelitiannya memperjelas, bahwa (1) konsep interkoneksi merupakan model pendidikan yang berusaha menyatukan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, atau pendidikan yang tidak memisah-misahkan antara kesadaran agama dan ilmu pengetahuan, (2) konsep interkoneksi dapat berupa similarisasi (menyamakan), paralelisasi (menganggap pararel), komplementasi (antara sains dan agama saling mengisi), komparasi (membandingkan), induktifikasi (dasar teori-teori ilmiah dihubungkan agama dan al-Quran mengenai sains, dan verifikasi (penelitian ilmiah mengungkap ayat-ayat al-Quran, (3) Pelaksanaan model interkoneksi di SMA 09 al Azhar adalah, semua guru adalah guru PAI (ilmu umum atau sains adalah ilmu agama), menekankan pada Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan, mengoptimalkan Pendidikan Agama Islam, mengintegrasikan Pendidikan PAI dan Sains.
Sedang sesi kedua diisi oleh tim peneliti Lathifatul Izzah, M.Ag., Kurniati, MA., Misyroh Akhmadi, M.Ag., dengan judul penelitian “Konflik Elit Agama: Studi atas Konflik Elit Lokal di Mlangi Yogyakarta.” Simpulan penelitiannya menunjukkan bahwa (1) Struktur beroprasinya Konflik elit agama di Mlangi dari tahun ke tahun berbentuk konflik laten, konflik mulai terasa dan semakin terasa, (2) Faktor-faktor pemicu konflik: Struktur sosial yang tidak seimbang, bangunan nilai dan penggunaan simbol, dan kepentingan atau perebutan kekuasaan & pengaruh, perubahan sosial, (3) upaya resolusi konflik ada sikap pesimistis dari orang Mlangi untuk diselesaikan, tetapi masih ada peluang bagi masyarakat Mlangi untuk keluar dari lingkaran konflik, asal mereka memiliki tantangan bersama. Sementara itu Dr. Imam Machali, MPd banyak memberikan saran agar desiminasi penelitian tersebut diteruskan melalui publikasi di beberapa jurnal terakreditasi baik nasional ataupun internasional. Selain itu, dia juga banyak memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk gemar menulis dan mempublish tulisannya di medsos ataupun cetak, sebab dengan cara “narsis” inilah eksistensi mahasiswa bisa diakui keberadaanya dan akhirnya memberikan kredit point bagi mahasiswa.

1,057 total views, 6 views today