Program Studi Perbankan Syariah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Program Studi Perbankan Syariah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

MAHASISWI PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH MENJADI WAKIL BOOT CAMP MEET UP START UP YANG DISELENGGARAKAN DIRJEN BELMAWA KEMENRISTEKDIKTI

Mahasiswi program studi Perbankan Syariah bernama Devi Pranatasari, yang saat ini sedang menempuh semester 5 mewakili salah satu Start Up Universitas Alma Ata bernama ADIBA MSME dalam ajang Meet Up dan Accelerator Camp di Jakarta pada tanggal 16-23 September 2019 lalu. Acara tersebut diinisasi oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Mahasiswa (DIRJEN BELMAWA) dari KEMENRISTEKDIKTI sebagai upaya strategis dalam mendukung gagasan dan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan ide-ide Start-up di kalangan mahasiswa Indonesia.

Acara Accelerator Camp yang diadakan di pertengahan akhir bulan September lalu merupakan kelanjutan dari hasil penyisihan dan pemilihan 100 Start Up Terbaik yang sudah terseleksi secara ketat. Tidak tanggung-tanggung ada sekitar 1500 peserta yang mendaftarkan diri dalam ajang Akselerasi Start Up Mahasiswa Indonesia di Tahun 2019 yang kemudian diseleksi menjadi 1000, 800, 500, 300, dan akhirnya menyisakan sekitar 100 kontestan terbaik yang ide Start-Upnya diakui oleh Penyelenggara sebagai terobosan atraktif dan resolutif dalam menghadapi era disrupsi teknologi sekarang ini.

Pada akhirnya, dari acara Accelerator Camp ini akan dipilih lagi sebanyak 5 kontestan Start-Up terbaik di tingkat Nasional yang selanjutnya harus mempresentasikan rintisan (Start-Up) berupa ide teknologinya di Batam pada bulan November 2019. Hal ini menjadi satu pencapaian besar, bahwa program studi Perbankan Syariah berkolaborasi dengan program studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika Universitas Alma Ata mampu mengaktualisasikan diri secara aktif dalam dinamika perkembangan teknologi di era revolusi Industri 4.0. Keberhasilan ini tidak hanya memberikan afirmasi bahwa UAA melalui Perbankan Syariah, Sistem Informasi dan Teknik Informatika hadir sebagai program studi yang hanya sekedar siap meluluskan mahasiswanya semata, namun lebih jauh lagi menjadikan setiap lulusannya pro-aktif dan adaptif dalam menghadapi segala tantangan perubahan zaman. Para mahasiswa mampu menyandingkan kualitas individunya setara dengan kompetensi mahasiswa di kampus-kampus ternama, sehingga ke depan tentu menjadi fakta menarik bahwa mahasiswa di kampus Swasta sama berkualitasnya dengan kampus Negeri sekalipun baik secara prestasi Akademik maupun Non Akademik.