Bedah Buku ”Penakluk Badai”

Bedah Buku ”Penakluk Badai”

Kamis 28 Oktober 2021 Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMA-PAI) Universitas Alma Ata mengadakan bedah buku sebagai puncak acara Harlah HIMA PAI yang ke-IV. Buku yang dibedah pada acara ini adalah buku yang berjudul” Penakluk Badai”, karya Dr. Aguk Irawan MN. Adapun pembedah buku adalah KH. Muhammad Jadul Maula, salah seorang Kyai Muda dari Yogyakarta.

Acara dihadiri lebih 400 mhasiswa yang terdiri dari beberapa tamu undangan seperti Wakil Rektor 3 Bapak Dr.Akhasul Fuadi, MPd.I., Kaprodi PAI Bapak Dr. Ahmad Salim, MPd, dan beberapa demisioner HIMA PAI. Adapun para peserta lainya mengikuti acara bedah buku secara online.

bedah buku "Penakluk Badai"

Mahasiswa bersama Penulis Novel “Penakluk Badai”

Ketua Prodi PAI-UAA dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran penulis kreatif seperti Dr. Aguk ini mampu “memprovokasi” mahasiswa PAI untuk berkarya memiliki tulisan termasuk buku fiksi. Kaprodi juga menekankan bahwa karya tulis mahasiswa ini menjadi salah satu point penting dalam akreditasi. Saat ini  PAI sudah mendapatkan akreditasi “A” dari BAN PT.

Kegiatan

Bedah buku yang diadakan di ruang theater UAA ini dipandu oleh moderator dari salah satu mahasiswa PAI,  Muhammad Misbachul Ulum. Pembicara, Dr. Aguk menyampaikan latar belakang buku ini  yaitu rasa penasaran beliau kepada KH. Hasyim Asy’ari semasa kecil. Beliau juga menyampaikan bahwa makna judul buku ini adalah sesuatu yang seram yang ingin ditaklukkan oleh KH. Hasyim Asy`ari. Penulis mengajak pembaca menyelami pergerakan Kiai Hasyim dalam melawan penjajah. Militansi Kiai Hasyim tidak selamanya dengan otot serta senjata. Dia juga mengajar santrinya bahasa Belanda buat mengenali serta membantah seluruh isu negatif kolonial kepada kalangan santri. Kiai Hasyim pula meningkatkan ilmu sejarah supaya santrinya menguasai perjuangan bangsa- bangsa di dunia.

Akhirnya, setelah penulis memaparkan latar belakang mengapa menulis buku penakluk badai dan makna kata badai, kemudian KH Muhammad Jadul Maula sebagai pembedah pada menyampaikan beberapa point. Diantaranya, urgensi pemuda/pemudi dalam mengembangkan dan mempertahankan ajaran-ajaran ilmu dengan tetap berpegang teguh terhadap ajaran KH. Hasyim Asy’ari.

Acara bedah buku ini, ditutup dengan berdoa oleh KH Jadul Maulana. (Admin.)